"Dalam konteks APBN terjadi perubahan sangat fundamental dari sisi harga minyak, kemudian jumlah anggaran yang harus diselesaikan. Dari sisi subsidi energi baik itu dalam bentuk BBM bersubsidi maupun listrik. Nampaknya APBN 2008 akan mengalami perubahan cukup fundamental," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat dengan pimpinan BUMN di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/1/2008).
Menurutnya apabila tidak dilakukan penyesuaian dalam APBN 2008 maka defisit akan melonjak cukup besar. Dan hal ini akan menimbulkan persoalan serius di kemudian hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam konteks ini di satu sisi pemerintah akan fokus mengurangi kemiskinan, dan mengurangi beban masyarakat. Paket stabilisasi harga yang akan dilakukan Presiden akan
dimatangkan. Bahkan dalam hal ini keperluan dananya yang akan dicadangkan," tambah Menkeu.
Sementara itu dari sisi anggaran yang lain akan diadakan penyesuaian. Sisi penerimaan akan digenjot, termasuk di dalamnya optimalisasi windfall profit baik di sektor pertambangan atau sektor yang mendapatkan keuntungan dari harga komoditas yang tinggi.
Selain itu dalam bentuk intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan pajak dari
berbagai sektor dan perusahaan.
"Dari sisi belanja pemerintah akan melakukan pengurangan belanja tanpa menimbulkan dampak yang luas pada masyarakat. Kementerian atau lembaga diminta penundaan atau bahkan kurangi belanja sampai dengan 15 persen dari pagu anggaran masing-masing," ujarnya.
Menkeu mengatakan adanya subsidi non energi juga akan membuat subsidi energi dapat dikontrol dari segi kuantitasnya.
(arn/ir)











































