"Inflasi Januari sangat tinggi jadi kalau target inflasi 2008 itu 5 plus minus 1 persen itu hanya isapan jempol. Itu kan Menkeu-nya yang tidak mengerti statistik, masa disaat harga semua naik cuma dipatok inflasi segitu. Realistis dong direvisi jadi 6,5 plus minus satu persen," ujar pengamat ekonomi dari INDEF Iman Sugema dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Jumat (1/2/2008).
 Â
Seharusnya kata Iman, pemerintah lebih reliatis mematok inflasi dengan melihat kecenderungan harga pangan dunia yang tinggi. Target 6,5 plus 1 persen, menurut Iman adalah angka yang relistis.
Iman menilai, kenaikan inflasi di Januari 2008, disebabkan pergerakan harga pangan dunia yang mau tak mau berdampak ke harga pangan dalam negeri. Pemerintah sendiri tidak berdaya mengawal pergerakan harga bahan pokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai rencana pengumuman paket kebijakan pangan pada Jumat sore ini untuk meredam gejolak harga pangan, menurutnya itu tidak terlalu membantu menurunkan inflasi di bulan Februari.
"Kalau cuma menghapus bea masuk atau PPN Sifatnya hanya mengurangi kenaikan harga, tapi tidak bisa menurunkan harga," jelasnya.
(arn/ir)











































