Gejolak harga komoditi itu akan menyeret kenaikan makanan olahan seperti susu, bahkan harga daging.
Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Thomas Darmawan, di acara diskusi di Cafe Daun, Jakarta, Sabtu (1/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya korelasi logisnya dapat dilihat dari asumsi bahwa permintaan kebutuhan energi dunia tinggi maka permintaan terhadap biji-bijian juga akan tinggi.
Sehingga dibutuhkan kapasitas produksi yang lebih terhadap komoditi tersebut karena jika tidak akan berpengaruh juga pada harga susu dan daging. "Selama ini sapi memakan biji-bijian juga, kalau biji-bijian tinggi maka susu dan daging juga tinggi," paparnya.
Â
Untuk itu ia menyerukan kepada pemerintah segera mebuat langkah riil yang terkait upaya antisipasi gejala tersebut. "Di China pemerintahnya sudah mengantipasi dengan mengembangkan perluasan lahan tanaman pagar, tanaman pangan terkait energi seperti jarak pagar," seru Thomas.
Â
Ia menilai yang paling berwenang untuk melakukan ini adalah para pemerintah daerah untuk mengantipasi gejala ini. Terutama daerah-daerah yang menghasilkan komoditi biji-bijian. (hen/ir)











































