Β
"Paling hanya satu yang tersisa," kata Deputi Menneg BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya ketika ditanya berapa direksi Pertamina yang akan dilengserkan.
Β
Menurut Roes, pergantian direksi Pertamina tidak perlu diagendakan dalam RUPS. Tapi cukup dengan selembar surat sakti dari Menneg BUMN yang mewakili pemerintah sebagai pemilik 100 persen Pertamina.
Β
Pergantian ini menurutnya tidak sekedar masalah baik buruknya kinerja direksi secara personal. Tetapi lebih ke bagaimana direksi menyeimbangkan manfaat untuk perusahaan dan nasional. Namun ia tidak menceritakan dengan jelas apa yang dimaksud dengan keseimbangan bagi perusahaan dan nasional.
Β
Yang pasti, ia hanya menegaskan kalau Pertamina saat ini sangat diproteksi pemerintah. Dan yang dicari adalah figur direksi yang bisa berkata tidak.
Β
"Pertamina sekarang terlalu diproteksi. Harusnya direksi bisa bilang tidak," katanya disela-sela diskusi pertambangan di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (5/2/2008).
Β
Ketika ditanya bukankah masalah proteksi merupakan kebijakan pemerintah, ia hanya menjawab di sisi pemerintah pun perlu ada perbaikan-perbaikan.
Β
Isu pergantian direksi Pertamina memang sempat naik turun. Menneg BUMN Sofyan Djalil pun mengakui, memang ada beberapa direksi Pertamina yang akan diremajakan.
Jajaran direksi Pertamina saat ini beranggotakan 7 orang yakni Ari Soemarno (Dirut), dengan Iin Arifin Takhyan (Wakil Dirut), Sukusen Soemarinda (Direktur Hulu), Achmad Faisal (Direktur Pemasaran dan Niaga), Suroso Atmomartoyo (Direktur Pengolahan), Sumarsono (Direktur Umum dan SDM), Ferederick ST Siahaan (Direktur Keuangan).
Siapa yang akan tersisa?Β (lih/qom)











































