Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo menjelaskan, penghematan didapat dengan menekan volume penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.
"Karena hanya kendaraan tertentu yang bisa dapat semacam smart card itu. Kendaraan mewah dengan CC di atas 2.000 tentu akan diperlakukan berbeda," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (7/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelanggan pun akan mendapat smart card yang bisa ditempel di bagian kendaraan yang mudah terdeteksi.
Setiap mengisi BBM, petugas SPBU akan mendeteksi smart card tersebut dan mengecek data didalamnya. Smart card akan memunculkan beberapa data seperti CC kendaraan, nomor STNK, pemilik kendaraan, dan yang terpenting jatah BBM subsidi.
"Bagi yang tidak mendapatkan smart card bisa tetap membeli premium atau solar, tapi dengan harga pasar," tambahnya. (lih/ir)











































