Demikian disampaikan oleh Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu dalam acara BUMN Executive Club di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (13/2/2008).
"Meskipun gejolak ekonomi tidak terlalu tinggi di tahun ini target pertumbuhan diperkirakan seperti itu sesuai RKAP, sementara untuk rugi kami targetkan rugi BUMN di 2008 sebesar Rp 500 miliar ke bawah," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara untuk laba bersih BUMN, Pertamina menduduki ranking I dengan laba bersih sekitar Rp 20 triliun di 2007," tandasnya.
Di tahun 2007, Didu mengatakan aset BUMN pertambangan mengalami pertumbuhan yang pesat. "Antam menduduki peringkat teratas pertumbuhan aset dimana dalam 2 tahun dari 2005 hingga 2007 total aset mereka naik 5 kali lipat," ujarnya.
Di 2008, ditargetkan hanya 22 BUMN saja yang mengalami kerugian, dan di 2009 akan berkurang menjadi hanya 11 BUMN.
"Peningkatan dividen BUMN tahun 2008 menjadi Rp 31 triliun merupakan pekerjaan yang besar, saya sedang mengotak-atik BUMN mana saja yang bisa diambil untuk tambahan ini," katanya. (dnl/ir)











































