Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, kenaikan peringkat tersebut merupakan suatu 'vote of confidence' dari masyarakat keuangan dunia terhadap kapasitas dan kredibilitas dan pengelolaan makro.
"Bagi pasar obligasi negara, vote of confidence tadi diterjemahkan dengan semakin banyaknya inestor asing yang masuk ke Indonesia. Permintaan terhadap SUN domestik meningkat, tekanan terhadap harga SUN berkurang dan akhiirnya semua akan berujung pada turunnya yield atau cost of debt," ujar Rahmat kepada detikFinance, Jumat (15/2/2008).
"Dan ini bagus utk sektor swasta karena yield korporasi akan turun yang pada gilirannya akan membantu proses pemulihan ekonomi," imbuh Rahmat.
Fitch kemarin menaikkan peringkat Indonesia dari 'BB-' menjadi 'BB' dengan prospek stabil, karena pemerintah dinilai telah melakukan berbagai perbaikan signifikan ditengah kondisi perekonomian global yang sedang tidak menguntungkan. (qom/ir)










































