Akibatnya, pasokan listrik di sistem Jawa Bali mengalami defisit sebesar 250 megawaat (MW) saat beban puncak.
"Kondisi Senin ini PLTU Tanjungjati kondisi cuaca masih belum memungkinkan untuk melakukan unloading batubara dari kapal karena kecepatan angin 45 km/jam, tinggi gelombang 3 meter. Stok batubara cukup sampai Rabu pagi," jelas General Manajer Penyaluran, Pendistribusian dan Pengatur Beban (P3B) PT PLN Jawa-Bali, Mulyo Aji kepada detikFinance, Jakarta, Senin (18/2/2008).
Mulyo mengungkapkan, di PLTU Paiton PJB, stok batubara hanya sampai besok (19/2/2008) dan di PLTU Cilacap stok sampai Sabtu (23/2/2008).
Ia menambahkan, pembangkit-pembangkit PLTU batubara saat ini mendapat beban yang lebih rendah untuk menghemat pemakaian batubara.
Secara keseluruhan, kondisi pasokan sistem Jawa Bali pada hari ini beban puncak mampu pasok 14.957 MW dengan beban puncak 15.225 MW.
"Terjadi defisit 250 MW, untuk itu mohon kepada pelanggan untuk mengurangi pemakaian listriknya guna menghindarkan pemadaman di sistem Jawa Bali," tambah Mulyo.
(arn/qom)











































