Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris disela-sela acara Raker dengan Komisi VI DPR RI, Senin (18/2/2008).
"Kalau terjadi sesuatu di negara besar maka dampaknya akan paling berpengaruh pada negara-negara yang terdekat, kalau RI akan terkena tapi agak belakangan," taksirnya.
Ia mencontohkan, dalam hal konsumsi masyarakat AS yang mulai merendah, maka dampak yang paling dirasakan adalah negara-negara yang dekat dengan AS dalam hal bidang ekspor, misalnya Jepang, China dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini kecederungannya China sudah mulai mengurangi kapasitas ekspornya, untuk memenuhi kebutuhahnya sendiri tentunya kita akan terkena juga dampaknya," ujarnya.
Menurut Fahmi, Indonesia tidak akan bisa menghindar dari dampak pelemahan ekonomi negara lain. Namun ia juga menganggap dampak kondisi tersebut bisa dilakukan kendali tetapi lebih jangka panjang.
"Misalnya kekurangan kedelai kita bisa lakukan dengan penambahan kapasitas produksi, dirasakannya baru jangka panjang," serunya.
(hen/qom)











































