Kepala BP Migas Kardaya Warnika menjelaskannya disela-sela pembentukan Komite Fakta Integritas di gedung Patra Jasa, Senin (26/2/2008).
"Harga (LNG) Tangguh ke Korea kita coba perbaiki. Itu kalau mereka bersedia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah mulai bicara. Minggu minggu kemarin. Respons mereka ada kemauan, tapi kan nggak bisa langsung," katanya.
Saat ini harga LNG Tangguh ke Korea diatur dengan suatu formula yang batas atasnya mengacu harga minyak mentah US$ 25 per barel.
Namun Kardaya tidak menyebutkan berapa harga baru yang diinginkan atau batas masa renegosiasi.
"Ya kita maunya maksimal. Sebisa mungkin tanpa kompensasi," katanya.
Sebelumnya pada 14 Maret 2006, BP Migas dan BP (operator lapangan Tangguh) telah mendapat kesepakatan dengan CNOOC yang juga memiliki saham di Tangguh untuk menaikkan batas atas harga minyak mentah dari US$ 25/barel jadi US$ 38/barel.
Harga patokan minyak mentah seperti itu dinilai tidak mencerminkan kondisi sekarang dimana harga minyak sudah menembus US$ 100 per barel. (lih/ir)











































