Kepala BP Migas Kardaya Warnika mengaku, dari laporan yang diterima sampai saat ini, ExxonMobil masih sebagai pihak yang bertanggungjawab membebaskan lahan.
"Dari laporan yang saya terima masih Exxon," katanya disela-sela pembentukan Komite Fakta Integritas di gedung Patra Jasa, Jakarta, Senin (26/2/2008).
Padahal menurut Dirut Pertamina EP Hestu Bagyo, pengalihan wewenang pembebasan lahan paling lambat dilakukan pertengahan Februari ini. Hal ini mempertimbangkan tenggat waktu yang tersisa sebelum batas pembebasan lahan yaitu akhir Maret 2008.
"Saya usulkan ke BP Migas untuk diambil alih Pertamina EP Cepu. Paling lambat pertengahan Februari. Karena kalau tidak (lebih lama lagi), saya juga tidak bisa selesaikan akhir Maret seperti targetnya," katanya beberapa waktu lalu.
Menurut Kardaya, sebaiknya Pertamina dan Exxon bersatu saja menyelesaikan pembebasan lahan itu. Padahal di dalam tubuh Mobil Cepu Ltd ada juga orang Pertamina.
"Jadi seharusnya mereka satu suara," katanya.
Blok Cepu ditargetkan berproduksi akhir tahun ini dengan kapasitas 10-20 ribu barel per hari.
(lih/qom)











































