"Yang dibutuhkan sekitar Rp 200 Miliar, yang rusak kurang lebih 100 km," kata Menteri PU Djoko Kirmanto di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (26/2/2008).
Dana diambil dari dana darurat sambil merevisi DIPA. Pemerintah hanya mengantungi Rp 80 miliar dan harus mencari dana baru sambil menghemat dana yang ada.
"Jalan nasional pakai DIPA pusat. Jalan kabupaten dan provinsi pakai APBD," jelasnya.
Perbaikan jalan menurut Djoko harus menunggu banjir surut. Prioritasnya menutup lubang dengan gravel. Pada awal musim kering sekitar awal April, barulah jalan diaspal permanen.
"Begitu surut lubang diisi gravel, agar tidak bahaya dan fungsional. Nanti musim kering baru diaspal yang kuat," pungkasnya.
(fay/qom)










































