Namun menurut Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan, sejak awal kilang LNG memang tidak dimasukkan dalam perhitungan neraca.
"Jadi Kilang LNG nggak masuk, tapi kilang minyak masuk. Total aset Rp 152 triliun, tidak termasuk kilang LNG," katanya disela-sela jumpa pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (28/2/2008).
Total aset ini jauh lebih kecil dibanding total aset Pertamina sekarang yang mencapai Rp 250 triliun.
Sementara untuk modal awal disetor yang tercantum dalam neraca awal adalah Rp 83 triliun. Lebih rendah dari awal neraca disusun, yaitu Rp 106 triliun.
Penurunan ini karena ada beberapa aset yang terkait cost recovery dikeluarkan dari neraca dan diambil oleh pemerintah.
"Tadinya Rp 106 triliun modal disetor. Tapi aset yang masuk cost recovery dikeluarin," katanya. (lih/qom)











































