Indonesia Kurang Optimal Tarik Investor Tambang

Indonesia Kurang Optimal Tarik Investor Tambang

- detikFinance
Jumat, 29 Feb 2008 11:03 WIB
Jakarta - Indonesia dinilai gagal mengoptimalkan kesempatan meraih investasi yang maksimal di tengah membanjirnya investasi pertambangan global.

Hal ini terlihat dari pengeluaran investasi di industri pertambangan Indonesia pada 2006 hanya mencapai US$ 964 juta.

Sementara pengeluaran investasi dunia meningkat hampir 150% dibanding 2005. Ini membuat porsi Indonesia hanya 2% dari total pengeluaran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian hasil survei yang dilakukan Pricewatercooper House yang dipaparkan Technical Advisor PwC Sacha Winzenried di Ritz Carlton, Senayan, Jakarta, Jumat (29/2/2008).

"Pengeluaran investasi global berada pada titik tertinggi selama dasawarsa terakhir, tetapi Indonesia, dengan potensi geologisnya yang menjanjikan, tidak mampu meraup porsi yang seharusnya dari peningkatan kegiatan ini," katanya.

Padahal, ditengah harga komoditi yang melejit, Indonesia dinilai sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat menjanjikan.

Posisi Indonesia dalam hal potensi sumber daya mengalahkan Peru, Australia, Mexico, dan Afrika Selatan.

Namun sayangnya iklim investasi Indonesia justru menempati level yang sangat rendah, sehingga banyak investor mengurungkan niatnya berinvestasi.

Untuk urusan yang ini, Indonesia malah berada di bawah Peru, Afrika Selatan, bahkan jauh di bawah Mexico dan Australia. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads