Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Asosiasi Mesin dan Pengerjaan Logam (Gamma) A Safiun, saat dihubungi detikFinance, Jumat (29/2/2008).
"Hampir semua mesin dalam industri logam sudah menggunakan mesin sejak tahun 80-an, itu pun lebih banyak memakai mesin bekas yang sudah berumur 10 tahun," katanya.
Sehingga ia memperkirakan semua sektor mesin dan logam hampir semuanya memakai mesin dengan usia lebih dari 30 tahun.
"Dengan kondisi seperti ini maka akan mempengaruhi daya saing produksi industri logam dan mesin," ujarnya.
Ia mencontohkan, salah satu perusahaan logam seperti Krakatau Steel yang masih mengalami kendala pada usia mesin sehingga berujung pada daya saing produk di pasar.
Safiun menegaskan bahwa upaya medernisasi mesin disektor industri mesin dan logam menjadi hal yang tidak bisa terhindari lagi.
"Modernisasi mesin akan terkait langsung, upaya menekan struktur biaya produksi yang tinggi terutama soal struktur biaya energinya," paparnya. (hen/qom)











































