Hal ini diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Gubernur se-Sumatera Ismet Abdullah, usai pertemuan mereka dengan SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (4/3/2008).
"Hampir semua provinsi mengalami masalah kelistrikan dan PLN lambat menanggapi tawaran swasta dalam membangun listrik. Pembangunan ekonomi terlantar akibat listrik," keluh Ismet.
Menurutnya ,Sumatera mengalami defisit listrik hingga 900 MW. Provinsi Sumsel surplus listrik, namun tidak bisa membagi listriknya karena PLN tidak mampu membangun transmisinya.
"PLN jangan tanggung-tanggung. Punya hak monopoli listrik tapi operasinya tersendat-sendat," tukas pria yang menjabat Gubernur Kepulauan Riau ini.
Swasta dalam dan luar negeri berminat membangun kelistrikan, namun mereka dipersulit PLN untuk berinvestasi. Para gubernur meminta perbaikan manajemen PLN.
"Ini jadi perhatian Presiden dan akan rapat khusus untuk membahas listrik. Intinya regulasi dan daerah diberi peran lebih besar dalam masalah kelistrikan," pungkasnya. (fay/qom)










































