Ketiga pipa yang akan dibangun itu adalah Cirebon-Semarang, Gresik-Semarang, dan Kalimantan Selatan-Semarang.
Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskan ketika dihubungi detikFinance, titik temu dipindah karena Tambak Lorok, sebagai lokasi awal dinilai tidak memungkinkan karena padatnya pemukiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mangkang Kulon yang masih termasuk wilayah Kotamadya Semarang terletak 13 km dari Tambak Lorok secara garis lurus. Namun untuk menyalurkan gas dari Mangkang Kulon ke Tambak Lorok dibutuhkan pipa sepanjang 17 km.
Pipa distribusi dari Mangkang Kulon ke Tambak Lorok akan digunakan salah satunya untuk menyalurkan gas untuk pembangkit listrik milik PLN.
"Tapi kan terintegrasi, jadi bisa dimanfaatkan untuk yang lain," katanya.
Saat ini hak khusus pembangunan pipa Gresik-Semarang dipegang Pertamina, pipa Cirebon-Gresik dipegang oleh PGN, sementara Kalimantan-Semarang dipegang oleh Bakrie. (lih/ir)











































