Bahkan menurut juru bicara Petronas Non Saputri, pihaknya siap melakukan studi kelayakan pengembangan lapangan tersebut.
"Dua-duanya baik hulu maupun hilir kami berminat. Kami akan membuat studi kelayakan terlebih dahulu," katanya di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (12/3/2008).
Ia ditemui wartawan usai mendampingi Presiden Direktur Petronas Tan Sri Dato Mohamad Hasan Marican bertemu Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro
Namun ia menegaskan, Petronas belum mengajukan pembagian yang diinginkan. Untuk masalah yang satu ini, pihaknya menyerahkan pada pemerintah.
"Kami tunggu pemerintah mau diberi berapa persen. Karena Blok Natuna ini milik pemerintah dan aset Indonesia, dan bukan ditentukan pihak lain," jelasnya.
Pengajuan minat Petronas terhadap Natuna ini melengkapi lamaran berbagai perusahaan migas yang juga ingin mengembangkan Natuna.
Beberapa perusahaan yang sudah melamar Natuna antara lain Shell, Total, StatOil, Eni, dan Petrochina di hulu, sedang hilir antara lain PTT Thailand, dan PetroVietnam.
(lih/qom)











































