"Kita memang sedang menghitung ulang RKAP. Karena perubahan subsidi kita juga berpengaruh ke kas dan lain-lain. Jadi kita akan revisi RKAP," kata Dirut PLN Fahmi Mochtar disela-sela jumpa pers di kantor PLN Pusat, Jakarta, Jumat (14/3/2008).
Menurut Fahmi, pengurangan subsidi akan berdampak pada investasi PLN. Selanjutnya PLN akan menentukan investasi berdasarkan skala prioritas.
Namun ia memastikan, investasi proyek yang berhubungan langsung dengan pelanggan seperti pembangunan pembangkit akan tetap berjalan. Jika dana tidak mencukupi, tidak tertutup kemungkinan PLN akan mencari dana keluar seperti menerbitkan obligasi.
"Ya, hal itu (obligasi) kan sangat biasa. Tapi kita lihat dulu," kata Wadirut PLN Rudiantara.
Rudi juga menerangkan, dengan pengalihan konsumsi BBM PLN tahun ini dari HSD (high speed diesel) menjadi MFO (marine fuel oil) bisa menghemat sampai Rp 1,8 triliun.
Dengan mengubah komposisi penggunaan BBMnya, PLN memperkirakan bisa berhemat sekitar Rp 1,8 triliun.Β Tahun 2008 PLN menargetkan konsumsi BBM sebesar 32%, batubara 37%, gas 19% geothermal 2% dan sisanya hydro.
Fahmi juga menerangkan, PLN akan mempercepat datangnya pasokan gas untuk pembangkit yang dual fuel. Seperti untuk pasokan gas untuk menggerakkan sebagian PLTGU Muara Tawar sebesar 200 MW. (lih/qom)











































