Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya selaku wakil kelompok Asia di sesi debat umum KTT XI OKI, di Hotel Le Meridien President, Dakar, Senegal, Jumat (14/3/2008).
"Oleh sebab itu maka sebetulnya negara-negara OKI bisa berbuat lebih banyak daripada apa yang ada saat ini," jelas Mensesneg Hatta Rajasa usai mendampingi Presiden SBY.
Pernyataan SBY tersebut tidak lepas dari kesepakatan bersama melaksanakan percepatan pemberantasan kemiskinan di sebagian besar negara-negara anggota OKI. Bahwa untuk agenda aksi yang dikelola IDB itu maka seluruh angota OKI akan menyumbangkan dana sebagai modal awal.
“Indonesia menyambut baik dan akan berkontribusi meski belum memutuskan berapa yang akan disumbang," kata Hatta.
Selain percepatan peningkatan kesejahteraan, dalam pidatonya selama 10 menit Presiden SBY juga menyinggung upaya pencegahan dampak global warming. Tanpa peran serius negara-negara anggota OKI, upaya penyelamatan planet bumi dari kerusakan lingkungan akan tidak optimal.
"Negara-negara OKI harus serius menangani perubahan iklim. Bahwa KTT UNFCCC di Bali sudah menghasilkan Road Map yang harus didukung oleh negara-negara OKI," papar Hatta.
(lh/ddn)











































