Masyarakat Tetap Cari Minyak Tanah Meski akan Ditarik

Masyarakat Tetap Cari Minyak Tanah Meski akan Ditarik

- detikFinance
Senin, 17 Mar 2008 10:01 WIB
Jakarta - Antrean panjang dan kelangkaan diperkirakan akan kembali terjadi menyusul rencana penarikan total minyak tanah subsidi di seluruh Jabodetabek dan Karawang.
 
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menyatakannya ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (17/3/2008).
 
Menurutnya, meski pemerintah sudah membagikan paket elpiji gratis, masyarakat akan tetap mencari dan membeli minyak tanah.
 
Hal ini karena mengisi ulang elpiji 3 kg masih lebih mahal ketimbang membeli minyak tanah yang bisa hanya satu liter.
 
"Bisa jadi masyarakat gak tahu kalau minyak tanah subsidi sudah ditarik semua. Mereka hanya tahu bahwa mereka butuh minyak tanah. Jadi seperti yang sudah-sudah, akan terjadi antrean dan kelangkaan lagi," katanya.

Ia juga meragukan rencana penarikan tersebut karena data pembagian paket elpiji belum bisa dipastikan kebenarannya. Selain itu, penyelewengan masih kerap terjadi.
 
"Jadi selama ini, jumlah yang diterima masyarakat nggak pas dengan yang diberikan pemerintah," ujarnya.
 
Berbeda dengan Pri Agung, pengamat ekonomi Aviliani menilai memang sudah saatnya minyak tanah subsidi ditarik seiring dibagikannya paket elpiji 3 kg.
 
"Kalau tidak ditarik, masyarakat akan terus pakai minyak tanah, dan kompor gasnya bisa-bisa malah nggak dipakai," katanya ketika dihubungi.
 
Sementara terkait penggunaan kartu kendali untuk pembelian elpiji, Aviliani menekankan perlunya pengawasan hingga ke tingkat kelurahan. (lih/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads