Korupsi Penghambat Utama Pertumbuhan Ekonomi

Korupsi Penghambat Utama Pertumbuhan Ekonomi

- detikFinance
Senin, 17 Mar 2008 13:04 WIB
Jakarta - Korupsi di mata pelaku pasar masih menjadi faktor penghambat utama dalam aspek internal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2008, prosentasenya mencapai 47,3%.

Demikian hasil survei persepsi pasar yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Hasil ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh BI pada triwulan keempat 2007 terhadap 100 responden yang meliputi ekonom, pengamat atau peneliti ekonomi, analis pasar uang/modal dan akademisi.

Seluruh responden berada di 13 kota di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bandar Lampung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Palembang, Denpasar, Banjarmasin, Makasar, Manado dan Kendari.

Demikian disampaikan oleh Direktur Statistik dan Ekonomi Moneter Triono Widodo dalam acara diskusi hasil survei Bank Indonesia (BI), di gedung Sjafrudin Prawiranegara BI, Jl Budi Kemuliaan, Jakarta, Senin (17/3/2008).

"Mungkin pasar terutama dari responden dari ekonom, analis dan lain tahun ini masih melihat korupsi sebagai paling menghambat pertumbuhan ekonomi, itu persepsi mereka terhadap jawaban mereka," katanya.

Triono menambahkan, bahwa survei yang dilakukan oleh BI bukanlah pandangan atau sikap BI. Namun hanya sebagai bagian untuk menentukan kebijakan. Bahkan untuk hal-hal lainnya seperti survei terhadap perbankan, survei dunia usaha termasuk survei persepsi pasar.

Selain faktor sangat menghambat, ada responden yang menjawab menghambat saja sebesar 36,84%, cukup menghambat 13,51%, kurang menghambat 2,7% dan tidak menghambat 0%.

Faktor lemahnya penegakan hukum juga turut menyumbang penghambat pertumbuhan ekonomi yang mencapai 43,24%. Sedangkan responden yang mengatakan hanya menghambat saja 43,24%, cukup menghambat 10,81%, kurang menghambat 2,7% dan tidak menghambat 0%.

"Semua hasil suvei itu pada dasarnya masukan untuk BI untuk menjadi pertimbangan dalam rapat dewan gubernur. Dalam survei pun kita tidak menanyakan alasan mereka karena kita cari jawaban yang termudah untuk responden," katanya.

Selain dua hal tadi dari aspek internal penghambat pertumbuhan ekonomi ada juga beberapa faktor lain yaitu laju inflasi. Tapi hanya 6,67% dari persepsi inflasi sangat menghambat.

Lalu ada faktor tingkat suku bunga dalam negeri yang hanya 4% dari persepsi sangat menghambat, tingkat pengangguran mencapai 22,97 % dari persepsi sangat menghambat dan lain-lain.

Selain faktor internal, ada juga faktor eksternal yang sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor kenaikan harga minyak mencapai 30%, kemudian 20% menghambat, 40% cukup menghambat, 10% kurang menghambat, dan 0% tidak menghambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor perekonomian yang melesu menempati urutan kedua persepsi sangat menghambat yaitu 6,76%, 39,19% menghambat, 35,14% cukup menghambat, 17,57% kurang menghambat dan 1,35% tidak menghambat. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads