Presiden Direktur PT Tuban Petrochemical Industries, perusahaan holding TPPI, Amir Sambodo menjelaskannya disela seminar petrokimia di Hyatt, Jakarta, Selasa (18/3/2008).
"Sekarang masih shut down, mungkin akhir Maret selesai," katanya.
Namun ia menegaskan, saat kembali beroperasi utilisasi kapasitasnya hanya 60%. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga minyak yang kini bertengger di atas US$ 105 per barel.
"Dengan harga minyak sekarang mungkin hanya 60%," katanya.
Minyak merupakan bahan baku TPPI yang memproduksi paraxylene. Paraxylene sendiri jika diolah buntutnya menjadi bahan tekstil.
Fasilitas produksi TPPI berhenti karena diterjang ombak yang merusak pemecah ombak di pelabuhan pada bulan lalu.
"Karena kemarin kena ombak, sekaligus saja kita maintanance," katanya.
(lih/qom)











































