Faktor penurunan harga tersebut pertama, dari sisi analisa teknis dan kedua analisa fundamental. Â
Demikian dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bayu Krisnamurthi dalam jumpa pers di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (18/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan penurunan secara fudamental ada tiga faktor yakni, pertama adanyaa tren panen dunia terutama di negara-negara Asia dan Amerika latin.
"Fenomena panen juga memberikan sinyal pada pasar, bahkan FAO telah memperhitungkan untuk tahun 2008 pasar dunia cukup dan masih ada pertumbuhan," kata Bayu.
Kedua masalah demand yang saat ini tren permintaan pasar berkurang karena harga tinggi terutama dari negara-negara besar. Ketiga, suplai yang sekarang ini banyak karena kebijakan-kebijakan dari beberapa negara untuk meningkatkan produksinya yang berlaku juga di Indonesia.
"Mereka menilai menyimpan stok terlalu banyak dianggap tidak terlalu menguntungkan," kata Bayu.
Harga komoditas pangan hingga Senin malam (17/3/2008) tercatat untuk kedelai turun 3,8%, gandum turun 5,3%, CPO turun 2,4%, gula turun 11,9%, dan jagung turun 3,3%.
Sejumlah negara juga telah melakukan kenaikan pungutan ekspor menghadapi tekanan harga pangan dunia. Â
"Seperti China, Argentina yang menetapkan pungutan ekspor cukup besar. Di Argentina itu pungutan ekspor mencapai 40%," ujarnya.
(ir/qom)











































