Di Dubai, Presiden SBY akan melakukan pertemuan bisnis dengan para CEO dari berbagai sektor pada hari Rabu (20/03/2008), bertempat di Fairmont Hotel. Presiden akan bertemu CEO Emaar, CEO Rak-Ras Al Kheimah, CEO Pacific Inter Link, CEO Qatar Islamic Bank, dan CEO Al Ghurair.
Emaar adalah perusahaan properti yang mendapat penghargaan 'Best Developer in the UAE' dari Euromoney Real Estate Award pada bulan Oktober tahun 2006. Emaar adalah perusahaan yang membangun Burj Dubai yang menjadi landmark baru kota Dubai, juga Dubai Marina, Arabian Ranches, Emirates Hills, The Meadows, The Springs, The Greens, The Lakes and The Views, yang merupakan properti ternama di Dubai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qatar Islamic Bank, adalah perusahaan bank Islam terbesar kelima di dunia yang didirikan pada tahun 1982, yang telah memiliki cabang di 69 negara. Al Ghurair adalah konglomerasi usaha yang bergerak di banyak sektor, seperti retail, industri dan manufaktur. Abdullah Al Ghurair & Saif Ahmad Al Ghurair pemilik Al Ghurair adalah orang ke-77 terkaya di dunia.
United Arab Emirates (UAE) yang berluas kira-kira seluas Maluku atau kurang dari 4% wilayah Indonesia dengan bentuk negara federasi dengan 7 Emirat, yaitu Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Ajman, Fujairah, Ras al Khaimah, Umm Al Quwain. UAE adalah satu di antara negara terkaya di Timur Tengah dengan pendapatan perkapita sekitar US$ 36.000 dan penduduk sekitar 4,5 juta jiwa pada tahun 2007.
Menurut data dari Kementerian Ekonomi bahwa UAE GDP tahun 2007 mencapai US$ 191 miliar dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,4 %. Peran non-oil and gas dalam GDP mencapai 65% dengan rincian industri manufaktur 13%, bangunan dan infrastruktur 8%, perdagangan 11%, transportasi dan komunikasi 6%, real estate 8%, government services 7%, lain-lain 12%.
Menurut Husin Bagis, Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Dubai, dilihat dari hubungan bilateral Indonesia-UAE, khususnya bidang ekonomi, sebenarnya perdagangan Indonesia dengan UAE tidak besar. Data-data perdagangan kedua negara walaupun menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tahun 2007, namun masih relatif kecil dalam pangsa pasar, begitu juga investasi UAE di Indonesia sampai saat ini.
"Menurut pemantauan kami baru "Emaar Co." (raksasa properti di dunia dan Timur tengah ) yang rencananya akan melakukan investasi dengan pembangunan resort di Lombok Tengah NTB dengan nilai investasi tahap pertama sebesar US$ 600 juta. Ras Al Khaimah Investment Authority (RAKIA) menandatangani MOU dengan Pemerintah Prov. Sumatera Selatan untuk pengembangan kawasan industri terpadu (pelabuhan/container cargo dan transportasi) di Banyuasin dengan investasi pada tahap awal diperkirakan sebesar US$ 1.2 miliar sampai US$ 2 miliar. Begitu juga dengan Limitless (anak perusahaan dari Dubai World), telah membeli saham sebesar 30% dari tiga anak perusahaan PT. Bakrieland Development Tbk. dengan investasi sebesar US$ 110 juta. Ketiga anak perusahaan tersebut adalah PT. Bumi Daya Makmur, PT. Bakrie Swasakti Utama dan PT. Superwish Perkasa," kata Husin. (asy/asy)











































