Kenaikan Harga Komoditas Lebih Parah dari BBM 2005

Kenaikan Harga Komoditas Lebih Parah dari BBM 2005

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2008 13:41 WIB
Jakarta - Dampak dari kenaikan harga berbagai komoditas kali ini yang dimulai pada tahun 2007 dinilai lebih parah daripada kenaikan harga BBM pada tahun 2005.

Hal tersebut disampaikan Director Retailer Service Nielsen Indonesia Yongky Suryo Susilo dalam acara media gathering Aprindo, tren prilaku konsumen, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Selasa (25/3/2008)

"Kontribusi kenaikan BBM 2005 terhadap harga paling hanya 5%, kalau sekarang ini lebih tinggi," kata Yongky.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa. Kenaikan harga barang pada sekarang ini lebih besar dampaknya bagi peritel terutama daya beli konsumen. Bila dibandingkan dampak kenaikan harga pada saat kenaikan BBM di atas 100% pada Oktober 2005.
 
"Kalau sekarang ini dampak kenaikan harga lebih tinggi, karena dibarengi kenaikan beberapa komoditi," katanya.
 
Namun Handaka juga mengatakan bahwa tren di awal tahun penjualan ritek memang selalu menurun ditambah lagi tren kenaikan harga.

"Beberapa bulan ini memang pencapaiannya belum sesuai dengan yang diharapkan, tapi ini masih bisa kita ikuti," ujarnya.

Daya beli kalangan menengah-atas tidak terpengaruh oleh tren kenaikan harga yang terus terjadi beberapa bulan terakhir. Namun kalangan bawah sangat justru sangat terkena dampak lonjakan harga.

"Bagi kalangan menengah dan atas tidak terpengaruh tetapi bagi yang bawah sangat terpengaruh daya beli inflasi, mereka yang bawah ini coba mengirit," katanya.
(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads