Harga Beras Lokal Dikawal Ketat Agar Tak Ikuti Harga Global

Harga Beras Lokal Dikawal Ketat Agar Tak Ikuti Harga Global

- detikFinance
Rabu, 26 Mar 2008 11:25 WIB
Jakarta - Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga beras dalam negeri agar tetap stabil dan tidak mengikuti lonjakan harga beras internasional yang saat ini mencapai US$ 700 per metrik ton.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam usai acara "Economic Outlook" yang diadakan oleh CitiGroup di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (26/3/2008).

"Harga dalam negeri akan kita pantau terus, agar tidak mengikuti kenaikan harga di luar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari mengatakan pemerintah saat ini sedang menganalisa apakah kenaikan harga beras yang terjadi di luar negeri akan bersifat permanen atau hanya sementara.

"Tapi varietas harga di dalam negeri saat ini masih sedikit di bawah harga internasional, nah ini yang akan kita jaga," ujarnya.

Selain itu dalam acara tersebut Mari menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan kondisi ekonomi terkini dan prospek ke depan. "Tahun ini adalah tahun challenging buat kita karena gejolak eksternal sejak pertengahan 2007 dan juga turbulensi yang terjadi. Apalagi 2008 sudah dekat dengan 2009 jadi suhu pemilu ada pengaruhnya," tuturnya.

Dikatakannya perlambatan dunia juga akan berpengaruh pada perlambatan kinerja ekspor. "Karena pertumbuhan ekonomi di revisi di APBN, maka ekspor kami perkirakan menurun dari target semula 14,5 persen menjadi 13,5 persen," katanya.

Untuk ekspor, Mari menuturkan Indonesia akan mengubah prioritas ekspor ke Asia seperti Cina dan India. "Pesaing kita Vietnam, tapi kita lebih bagus dari Vietnam seperti dalam industri sepatu dan TPT, apalagi labor kita basisnya cukup luas," imbuhnya.

Masalah sekarang dikatakan Mari harus ada perbaikan di sisi infrastruktur untuk tingkatkan daya saing. "Mayoritas pengusaha kita mengeluhkan perbaikan infrastruktur, mereka khawatirkan infrastructure bottle neck. Jadi infrastruktur harus jadi prioritas utama," katanya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads