Resesi AS Mungkin Sudah Dimulai

Resesi AS Mungkin Sudah Dimulai

- detikFinance
Kamis, 03 Apr 2008 11:29 WIB
Resesi AS Mungkin Sudah Dimulai
Washington - Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke akhirnya mengakui bahwa resesi di negara adidaya tersebut kemungkinan sudah dimulai.

Langkah penyelamatan raksasa finansial Bear Stearns yang dilakukan pemerintah AS beberapa waktu lalu adalah dalam rangka menghindari malapetaka finansial yang lebih besar.

"Resesi bisa saja terjadi," ujar Bernanke ketika berpidato di depan Kongres AS, seperti dikutip AFP, Rabu (3/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut merupakan kalimat pertama Bernanke yang mengakui kemungkinan resesi di AS. Presiden Goerge Walker Bush sebelumnya juga menepis kemungkinan terjadinya resesi AS. Sementara mantan Gubernur Bank Sentral AS, Alan Greenspan mengatakan bahwa probabilitas terjadinya resesi di AS adalah 50:50.

Padahal para ekonom menyatakan bahwa AS kini sudah berada di ambang resesi. Kemungkinan resesi itu muncul karena AS pertumbuhan ekonominya negatif. Bernanke mengatakan ekonomi sudah melambat sejak Januari 2008 tepatnya ketika The Fed mengeluarkan outlooknya mengenai ekonomi AS.

Ekonomi suatu negara bisa dibilang mengalami resesi ketika 2 triwulan berturut-turut pertumbuhan ekonominya negatif.

"Ekonomi tidak tumbuh dalam 6 bulan di 2008, dan mungkin akan mengalami kontraksi," ujar Bernanke.

Namun dia menegaskan setidaknya butuh 2 tahun untuk menentukan apakah AS secara teknis benar-benar berada dalam keadaan resesi. Kalaupun terjadi resesi, kata Bernanke dengan yakin, kemungkinan sifatnya hanya 'lunak'.

Seperti dikutip BBC, penelitian mengenai resesi di AS sudah dimulai oleh lembaga penelitian nirlaba National Bureau of Economic Research (NBER).

"Jadi saya belum siap untuk mengatakan apakah AS mengalami resesi atau tidak. Tetapi yang pasti adalah memang ada perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Ekonomi AS pada triwulan terakhir 2007 hanya mencapai 0,6 persen. Analis memprediksi perlambatan itu akan berlanjut pada triwulan pertama pada 2008 dan Bernanke juga sepakat mengenai hal ini.

Dia mengatakan bank sentral sudah melakukan upaya untuk mengatasi perlambatan, termasuk menurunkan suku bunga patokan, memperingan syarat pinjaman bank untuk membantu mengatasi masalah kredit perumahan.

"Meskipun kebijakan yang kami ambil sudah membantu stabilitas pasar, namun pasar keuangan tetap tertekan. Jika pasar perumahan stabil maka investor akan lebih yakin," ujarnya.
(ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads