Menurut Deputi Bidang Finansial dan Keuangan BP Migas Eddy Purwanto, tanda tangan kontrak diharapkan bisa berlangsung akhir bulan ini.
"Sekarang kita masih menunggu konfirmasi soal harga dan volume dari pemerintah kedua negara. Kalau kita sebenarnya sudah siap, diharapkan bisa tanda tangan akhir bulan ini," katanya usai jumpa pers di Gedung Patra Jasa, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Eddy menegaskan, pihaknya memberi syarat pada PremierOil bahwa ekspor gas ke Singapura diperbolehkan selama PremierOil juga mengalokasikan sebagian gasnya untuk PLN Batam.
"Syarat Premier Oil boleh mengkespor, sebagian gasnya harus dialokasi ke PLN Batam. Tanda tangannya harus barengan," katanya.
Ia menambahkan, cadangan gas di Gajah Baru termasuk cadangan yang terpencil, sehingga tergolong sulit dipindah-pindah. Kapasitas produksinya saat ini maksimal 75-100 mmscfd.
(lih/qom)











































