"Itu menunjukkan bahwa untuk mendapatkan Rp 2,7 triliun penghematan dapat dicapai dengan 33% pelanggan yang berhemat," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono ketika dihubungi detikFinance, Jumat (4/4/208).
Target pelanggan yang terkena tarif non subsidi adalah golongan rumah tangga, bisnis dan pemerintah dengan batas daya 6.600 VA keatas. Total jumlah pelanggan ketiga golongan ini mencapai 420.451 pelanggan atau 1,1% dari seluruh pelanggan PLN yang mencapai sekitar 37 juta pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purwono menambahkan, jika tidak ada pelanggan yang mau berhemat, penghematan masih bisa terjadi dari tambahan pendapatan sebesar Rp 1,4 triliun karena pelanggan terkena tarif non subsidi.
Sementara jika ada 33% dari 420.451 pelanggan mau berhemat, maka ada penghematan BBM sebesar Rp 1,8 triliun dan tambahan pendapatan Rp 0,9 triliun dari sisa pelanggan yang tidak berhemat.
"Lebih bagus lagi kalau semua pelanggan tadi berhemat. Maka ada penghematan BBM sampai Rp 4,2 triliun," jelasnya.
(lih/qom)











































