Β
Seperti yang diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam peluncuran 'Laporan Perekonomian Indonesia 2007' di gedung B Bank Indonesia, Senin (7/4/2008).
Β
"Kita mencermati kenaikan harga yang berkesinambungan pada pasar pangan dunia akibat perubahan iklim bumi dan perubahan struktural pada harga energi dunia. Gejala ini berkelanjutan, menuntut penanganan sangat serius untuk meminimalkan potensi munculnya tantangan yang menghimpit masyarakat," katanya.
Β
Ia melanjutkan, masalah pangan ini akhirnya akan berdampak pada daya beli kebanyakan masyarakat Indonesia. Namun untuk mengatasi masalah daya beli ini sangat terkait struktur pasar dan industri pangan domestik Indonesia.
Β
"Apakah harga pangan kita sudah mencerminkan struktur pasar dan industri pangan domestik yang sehat, contstable, dan terbebas dari distorsi?" tanyanya.
Β
Selain dua masalah itu, ia menegaskan perlunya peningkatan fungsi pengawasan perbankan dan lembaga keuangan non-bank dalam satu kesatuan yang terkonsolidasi dan terkoordinasi secara mantap.
Β
Hal ini ia singgung setelah mengindikasi mulai pudarnya kepercayaan diantara institusi keuangan, baik bank ataupun non bank.
Β
"Praktek pemberian kredit yang tidak berhati-hati, peraturan kehati-hatian yang tidak mencukupi, dan asesmen risiko yang buruk, telah menimbulkan suatu kondisi dimana institusi keuangan sudah saling tidak mempercayai satu sama lain. Hilangnya rasa saling percaya itu mengoyak fondasi utama dari bisnis di sektor keuangan," katanya.
(lih/qom)











































