Shell Raih Kontrak Pasok BBM untuk PLN Senilai Rp 18 Triliun

Shell Raih Kontrak Pasok BBM untuk PLN Senilai Rp 18 Triliun

- detikFinance
Kamis, 10 Apr 2008 13:33 WIB
Shell Raih Kontrak Pasok BBM untuk PLN Senilai Rp 18 Triliun
Jakarta - Tiga pembangkit PLN resmi mendapat pasokan bahan bakar dengan total nilai kira-kira Rp 24 triliun selama beberapa tahun. Dua pembangkit akan dipasok BBM oleh Shell, sementara satu pembangkit lainnya akan dipasok batubara oleh 3 perusahaan.

Dalam tandatangan kontrak yang dilakukan di kantor pusat PLN, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (10/4/2008), Shell resmi memasok BBM untuk dua pembangkit listrik PLN dengan total nilai kontrak Rp 18,4 triliun.

Dua pembangkit PLN yang dipasok Shell adalah PLTGU Belawan, Medan sebanyak 250 ribu kiloliter per tahun dengan nilai Rp 5,4 triliun. Dan juga PLTGU Grati, Jawa Timur sebanyak 600 ribu kiloliter per tahunnya dengan nilai Rp 13 triliun.

Menurut Dirut PLN Fahmi Mochtar, BBM ini akan dipasok selama 3 tahun yang dimulai pada Mei atau Juni 2008. Harga pada tahun pertama adalah MOPS plus 3,35% dan 3,45% untuk tahun kedua dan ketiga.

Sementara itu, tiga perusahaan juga akan memasok batubara untuk PLTGU Labuan Angin (2x115 MW) sebanyak 1,050 juta ton per tahun. 50% batubara akan dipasok Bara Adipratama, 30% dipasok Dwiguna Laksana, dan 20% akan dipasok Sentra Bara Indonesia.

Pasokan batubara ini akan berlangsung selama 20 tahun dengan harga yang disepakati saat ini adalah Rp 314 ribu/ton. Namun Fahmi menyatakan, harga ini belum tentu berlaku untuk selamanya karena ada formula khusus. Jika menggunakan patokan harga itu, maka nilai kontrak bisa mencapai Rp 6,59 triliun untuk kadar 4.431 kalori.

"Nilai penghematan untuk pasokan BBM sekitar Rp 700 miliar per tahun. Sementara untuk yang batubara sampai Rp 1 triliun per tahun," kata Fahmi. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads