Acara yang akan diresmikan Presiden SBY ini menjadi ajang bagi pemerintah daerah seperti gubernur, bupati, walikota dan pelaku bisnis untuk menawarkan proyek-proyek
siap investasi.
"Selama forum berlangsung, daerah yang berpartisipasi diundang untuk mempresentasikan proyek yang akan siap digarap dengan nilai sekurang-kurangnya US$ 50 juta per daerah selama forum kepada calon investor dalam dan luar negeri," katan Ketua Panitia IRIF 2008 Irman Gusman yang sekaligus sebagai Wakil Ketua DPD RI, dalam acara konfrensi pers di Ritz Carlton Hotel, SCBD, Kamis (10/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi
asing pada semester I tahun 2007 meningkat menjadi US$ 3,5 miliar atau mengalami pertumbuhan 17% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk investasi dalam negeri pada periode yang sama juga mengalami kenaikan yang mencapai Rp 28,4 triliun atau US$ 3 miliar. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 11,2 triliun.
"Melalui IRIF 2008 kita berkesempatan meningkatkan pembangunan sosial ekonomi melalui peningkatan investasi yang akan membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran," tambah Irman.
Beberap sektor yang ditawarkan diantaranya adalah sektor agribisnis, infrastruktur, pertambangan dan energi, minyak gas, properti-pariwisata dan lain-lain.
Dalam acara ini juga akan dihadiri oleh 1000 pelaku bisnis dan pihak pemerintah baik dalam maupun luar negeri. Termasuk mengundang beberapa ahli strategi bisnis seperti ahli strategi manajemen ternama dari Jepang, Kenichi Ohmae. (hen/lih)











































