Hal ini dikatakan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam pidato pembukaan di sebuah dialog bertema "Pengembangan Energi Terbarukan Sebagai Solusi Energi Alternatif di Indonesia" di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin (14/4/2008).
"Setelah 2030 dominasi minyak bumi akan digantikan gas dan batubara. Lalu nuklir juga akan digunakan karena minyak, gas dan batubara bisa habis sumbernya. Jadi pada saat ini dominasi minyak bumi masih besar," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikkan harga minyak disebabkan beberapa hal, gejolak politik, lalu konsumsi minyak AS yang cukup besar yaitu sekitar 20 juta barel atau seperempat dari produksi minyak dunia, kemudian pelemahan dolar AS juga menjadi penyebab, gangguan kilang, musim dingin yang menyebabkan demand meningkat dan terakhir permainan spekulan," urainya.
Disampaikan Purnomo, belajar dari krisis minyak bumi yang terjadi ada beberapa syarat yang harus dilakukan jika sebuah negara bisa selamat dari krisis yang terjadi. Pertama perkembangan energi alternatif, kedua peningkatan efisiensi dimana tingkat elastisitas efisiensi Indonesia masih 1,8 persen.
"Kalau yang efisien, tingkat elastisitasnya di bawah 1 persen, lalu yang ketiga adalah kebijakan harga energi," katanya.
Kemudian untuk membantu pemerintah mengurangi subsidi BBM untuk listrik, Purnomo mengatakan pemerintah mendorong pembangkit listrik pedesaan, dimana tiap tahun dialokasikan dana Rp 1 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik kecil di berbagai desa.
"Lalu pemerintah juga mendorong pembangunan desa mandiri energi untuk produksi bahan-bahan pembuatan biofuel, hal ini juga berguna untuk penyerapan tenaga kerja," imbuhnya. (dnl/qom)










































