Untuk harga minyak mentah jenis light sweet kontrak bulan Mei naik US$ 2,03 ke posisi tertingginya US$ 113,76 per barel. Di awal perdagangan harga minyak dibuka di posisi US$ 113,99 per barel.
Bahkan sesudah penutupan pasar, di after market electronic trading New York harga minyak terus merayap dan untuk pertamakalinya ada di level psikologis US$ 114 per barel, atau telah berada di posisi US$ 114,08 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada ketatnya persediaan minyak dan pelemahan dolar AS yang ikut memicu kenaikan harga minyak.
Data yang dirilis Departemen Energi AS menunjukkan meningkatnnya kebutuhan BBM dan turunnya persediaan pada pekan lalu.
"Pasar minyak terus mencatat kenaikan dan berada di posisi tertingginya. Ditambah ekspor minyak Meksiko yang terganggu akibat cuaca serta naiknya permintaan diesel di China hingga 49% pada Maret. Kondisi ini telah membuat pasar sensitif dan pelaku pasar pun gelisah," kata analis dari Citigroup, Tim Evans, seperti dilansir dari AFP, Rabu (16/4/2008).
Meksiko pada Minggu lalu (13/4/2008) mengumumkan penutupan empat terminal ekspor karena buruknya cuaca. Akibatnya pengiriman minyak Shell sebesar 1,1 juta barel per hari ke wilayah selatan di AS ikut terganggu.
Sementara negara-negara OPEC yang menguasai 40% produksi global pada Selasa mengumumkan tidak akan mengubah estimasi permintaan minyak dunia di tahun 2008 meskipun ada tren kenaikan harga.
"Permintaan minyak dunia diperkirakan tumbuh 1,2 juta barel per hari di 2008 menjadi 86,97 juta barel per hari, posisi ini tidak berubah dari bulan lalu," bunyi pengumuman OPEC. (ir/ir)











































