Penegasan itu disampaikan Presiden dalam sambutan makan siang bersama para tokoh perempuan, Jumat (17/4/2005), di Istana Merdeka, Jakarta.
"Tahun lalu ada peningkatan produksi beras 2 juta ton. Tahun ini juga aman. Tapi saya belum izinkan untuk ekspor," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk hasil upaya peningkatan produksi yang telah dirintis sejak dua tahun lalu, Indonesia pasti mampu melewati masa sulit tersebut. Tapi ada langkah keras peningkatan produksi pertanian demi menjamin ketersediaan pangan di masa mendatang.
Peningkatan produksi tidak hanya beras yang merupakan makan pokok masyarat, tapi juga komoditas pangan lain yang selama ini didatangkan dari luar negeri. Seperti kedelai, jagung dan daging sapi.
"Untuk jangka panjang, policy fiskal untuk stabilkan harga pangan tidak akan cukup. Jalan keluarnya adalah peningkatan produksi," tegas SBY.
(lh/qom)











































