Hal tersebut diungkapkan olehpejabat Departemen Luar Negeri Jepang seperti dikutip dari AFP, Sabtu (19/4/2008).
Jepang selama ini memberikan bantuan proyek dengan bunga rendah sejalan dengan kebijakan luar negerinya. Jepang selanjutnya akan menyesuaikan bantuan proyek itu dengan mengurangi biaya dan memperbaiki kontennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang kini turun peringkat ke posisi kelima dari daftar negara donor Organisation of Economic Cooperation and Development (OECD), setelah jumlah bantuan proyeknya turun hingga 30%. Sebelumnya Jepang berada di posisi ketiga.
Parlemen Jepang pun mengeluarkan keprihatinan soal turunnya porsi utang lunak atau Official Development Assistance (ODA). Pemotongan bantuan ODA itu dinilai bisa merusak kepentingan nasional Jepang.
Indonesia termasuk salah satu negara yang paling banyak mendapatkan pinjaman lunak dari Jepang itu.
(qom/qom)










































