Namun pengamat beras Husein Sawit menjelaskan, harga riil beras di tingkatan konsumen bisa berbeda-beda di tiap daerah. "Mungkin di Ambon atau Maluku yang transportasinya susah bisa mencapai Rp 6.000-6.500/kg. Karena biaya transportasi ke sana mahal," kata dia ketika dihubungi detikFinance, Minggu (20/4/2008).
Kenaikan harga ini terutama dipicu pernyataan pemerintah mengenai kenaikan harga patokan pembelian (HPP) dalam waktu dekat. Hal ini membuat para tengkulak berebut membeli gabah dari petani sehingga harga di tingkatan petani pun mengalami kenaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tingkatan konsumen dalam negeri, harga rata-rata nasional tertinggi yang pernah tercapai pada tahun ini hanya sekitar Rp 4.300-4.400/kg untuk kelas menengah. Jadi jika Rp 5.000/kg terjadi, maka akan jadi harga tertinggi.
Sementara untuk harga gabah di tingkatan petani, diperkirakan akan menjadi Rp 2.300-2.400/kg.
Faktor lain pemicu tingginya harga beras bulan depan adalah cuaca yang membaik untuk menjemur beras dan perdagangan antarpulau yang meningkat, terutama ke Kalimantan. (lih/asy)











































