Penyelundupan Beras Meningkat

Penyelundupan Beras Meningkat

- detikFinance
Selasa, 22 Apr 2008 19:13 WIB
Penyelundupan Beras Meningkat
Jakarta - Perdagangan beras antar pulau mengalami peningkatan. Pemerintah pun akan mewaspadai penyelundupan beras ini.

"Memang ada keluhan di beberapa daerah seperti di Jatim dan Jateng yang kami datangi. Jadi ada indikasi perdagangan antara pulau meningkat 3 kali lipat," ujar Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar ketika ditemui di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (22/4/2008).

"Ini belum jelas apakah karena adanya kenaikan intensif atau ada yg menyimpang. Ini yang harus kita waspadai bersama," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu negara tujuan penyelundupan beras adalah Filipina, disparitas harga yang tinggi menjadi salah satu faktornya.

"Saya kira Filipina, kalau negara lain relatif sama dengan kita. Di Malaysia harga berasnya sekitar Rp 5.000-6.000. Saya kira tidak jauh beda. Dari segi disparitas, Filipina yang paling menggiurkan," ujarnya.

Mustafa mengaku sudah meminta Menko Polkam untuk mengantisipasi kondisi itu."Polisi dan BC juga sudah disampaikan, kita juga akan meminta bantuan kepada TNI Angkatan Laut. Ini sangat sulit karena negara kita sangat luas dan untuk menjaganya tidak mudah," ujarnya.

Diakui Mustafa dengan harga yang berbeda jauh, ekspor beras menjadi sangat menggiurkan. "Kalau Bulog mau cari untung sih memang luar biasa. Saat kurang kita impor, saat lebih kaya gini kita ekspor, luar biasa keuntungan Bulog. Tapi kan bukan itu tujuan kita. Yang penting adalah meningkatkan keamanan dan ketahanan pangan," ujarnya.

Sementara itu Mustafa mengatakan dengan kenaikan HPP, Bulog akan mempercepat pengadaan beras nasional untuk mengamankan cadangan beras nasional.

"Kendala biayanya tidak masalah. Berapapun divre dan subdivre meminta, pusat akan menyediakan. Kita harapkan hari ini sudah meningkat pembelian Bulog. Saya sudah instruksikan kepada divre dan subdivre harga baru sudah berlaku. Saya kira kenaikan sudah sesuai dengan harapan petani dan organisasi yang sering menerikan kenaikan HPP," ujarnya.

Namun dia juga mengakui kalau pengadaan beras oleh Bulog memang mengalami penurunan dari sebelumnya 27.000 ton per hari menjadi hanya 6.000 ton per hari.

"Bukan karena diselundupan, tetapi karena menunggu PP ini keluar. Begitu dengar Presiden akan ada kenaikan HPP, mereka wait and see, pengusaha pasti akan begitu. Disimpan bentar kan lumayan harganya. Kenaikan itu cukup berarti kalau mereka mau menunggu," ujarnya.
(/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads