Pelaku pasar cemas dengan kondisi tersebut karena harga minyak yang sudah naik US$ 57 sejak akhir tahun lalu akan membuat pertumbuhan ekonomi di AS makin melambat.
Di New York pada penutupan perdagangan 22 Aapril 2008, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Mei naik US$ 1,89 menjadi US$ 119,37 per barel. Bahkan sepanjang perdagangan harga minyak sempat menembus US$ 119,90 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk saat ini tidak ada yang bisa menghentikan kenaikan harga minyak ini," kata Ed Meir, analis dari MF Global seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/4/2008).
Analis juga menyebut pertumbuhan ekonomi di China dan India ikut berperan dalam kenaikan harga minyak dunia akibat tingginya permintaan dari dua negara itu. Selain faktor utama pelemahan dolar AS terhadap euro.
Pasokan minyak dunia tergangu setelah peristiwa sabotase pipa minyak milik Royal Dutch Shell di wilayah Nigeria. Shell melaporkan telah kehilangan produksi 169 ribu barel per hari.
Sementara Sekjen OPEC Abdalla Salem El-Badri mengatakan OPEC baru bisa menaikkan produksinya sebesar 5 juta barel per hari pada 2012.
Saat ini total produksi OPEC mencapai 32 juta barel per hari dan menguasai 40% pangsa pasar minyak dunia. Negara anggota OPEC antara lain Aljazair, Angola, Ekuador, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab dan Venezuela. (ir/ir)











































