Pertumbuhan Penjualan Semen di Indonesia Timur Paling Tinggi

Pertumbuhan Penjualan Semen di Indonesia Timur Paling Tinggi

- detikFinance
Jumat, 25 Apr 2008 10:38 WIB
Pertumbuhan Penjualan Semen di Indonesia Timur Paling Tinggi
Jakarta - Pasar semen nasional selama triwulan I-2008 tumbuh 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan semen di Indonesia Timur tercatat paling tinggi.

Meski dari sisi jumlah, pasar semen di Jawa paling besar tapi pertumbuhan di pulau terpadat Indonesia itu paling kecil.

Sebaliknya Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat wilayah Indonesia Timur mengalami pertumbuhan paling tinggi 36% dari 171.000 ton menjadi 233 ribu ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kecenderungannya kini permintaan semen dari luar Jawa lebih meningkat," kata Ketua ASI Urip Trimuryono ketika dihubungi detikFinance, Jumat (25/4/2008).

Pertumbuhan terbesar kedua ada di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara yang naik masing-masing 28%. Penjualan semen di Sulawesi mencapai 617 ribu ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 483 ribu ton. Sedangkan penjualan semen di Nusa Tenggara mencapai 453 ribu ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 354 ribu ton.

Pertumbuhan terbesar ketiga di wilayah Kalimantan sebesar 30% menjadi 556 ribu ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 426 ribu. Posisi keempat, pertumbuhan penjualan di Sumatra sebesar 20% menjadi 2,179 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 1,817 juta ton.

Sedangkan posisi kelima, pertumbuhan di pulau Jawa sebesar 11% menjadi 4,722 juta ton ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 4,262 juta ton.

Total penjualan semen nasional pada triwulan I-2008 sebesar 8,761 juta ton atau naik 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 7,513 juta ton.

Menurut Urip kenaikan permintaan semen selama triwulan I-2008 ini karena masih banyaknya penyelesaian sisa proyek di tahun lalu. (ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads