Opsi kenaikan harga BBM kini sudah terbuka mengingat subsidi kini sudah menggerogoti sepertiga anggaran negara. Berapa kira-kira kenaikan harga BBM?
Pengamat minyak dari ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto memperkirakan kenaikan harga BBM akan terjadi hingga lebih dari satu kali selama tahun ini. Kenaikan lebih dari dua kali bisa terjadi bila harga minyak benar-benar menembus US$ 200 per barel sesuai prediksi OPEC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mau tidak mau, pemerintah harus mengurangi subsidi BBM untuk menjaga APBN. Dan itu artinya kenaikan harga BBM.
"Saya dengar kenaikannya 20-30 persen pada bulan Juni. Itu hanya penghematan sesaat dari subsidi BBM yang sebesar Rp 126,8 triliun tahun ini. Jika kenaikannya 20-30 persen berarti penghematannya Rp 40 triliun," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (29/4/2008).
Pemerintah tidak akan cukup sekali menaikkan harga BBM, karena begitu harga minyak menembus US$ 150 per barel maka anggaran akan tidak kuat lagi, sehingga kenaikan BBM tidak terelakkan lagi.
Pri Agung menambahkan, pemerintah harus menyiapkan program untuk subsidi langsung seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pernah diluncurkan beberapa tahun yang lalu, setelah pemerintah menaikkan harga BBM lebih dari 100% pada November 2005.
Namun pemerintah harus menyempurnakan terlebih dahulu data penerima BTL, sehingga subsidi langsung itu bisa lebih kena sasaran. Pemerintah harus mendata masyarakat yang tidak mampu dan memberikan kartu identitas subsidi, sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan gratis di bidang kesehatan maupun pendidikan. (ddn/qom)











































