Demikian disampaikan Ketua Kadin MS Hidayat usai paparkan proposal Kadin untuk peningkatan produksi pangan dan energi-mineral di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/4/2008).
"Kami usul kalau kenaikan minyak global terus tak terkendali, opsi kami ke pemerintah menaikan BBM 10-30%. Kenaikannya cukup sekali saja, tidak perlu bertahap," ungkap dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu menaikkan BBM adalah putusan politis. Saya tidak tentu tidak bisa ikut campur," sambung Hidayat.
Ia menjelaskan, usulan yang diakui tidak populis ini justru merupakan antisipasi kondisi lebih buruk lain yang mungkin timbul. Yaitu spekulasi atau pelarian modal ke luar negeri bila kalangan pasar melihat pemerintah belum juga ambil langkah tegas mengatasi defisit APBN akibat subsidi listrik dan BBM yang bisa mencapai Rp 260 triliun.
"Saya melihat keadaan pasar atas defisit besar APBN. Mereka melihat belum ada tindakan pemerintah buat mengatasinya. Lama-lama akan jadi spekulasi dan capital flight. Kenaikan BBM ini justru me-recover spekulasi, dan mudah-mudahan recovery-nya cepat," jelas Hidayat.
(lh/qom)











































