Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Minyak dan Gas (Lemigas) Hadi Purnomo dalam acara peninjauan sumur CBM di Kabupaten Muara Enim, di sumur Rambutan, Sumatra Selatan, Rabu (30/4/2008).
"Paling tidak tahun 2009 hasil produksi bisa mulai ditawarkan khususnya untuk industri di sekitar sini," ujar Hadi. Untuk tahap awal, volume gas yang akan dijual sebesar 1 juta kaki kubik per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun untuk memasok kebutuhan gas bagi Pupuk Sriwidjaya (Pusri) khususnya, lanjut Hadi, memerlukan kapasitas yang lebih besar, paling tidak ia mengharapkan gas CBM yang di produksi di sumur Rambutan bisa diserap oleh PLN dan industri sekitar.
Ia menambahkan, sumur gas metana batubara yang dikembangkan Medco dan Lemigas mampu digenjot produksinya selama kurang lebih 13,7 tahun dengan volume konstan, atau tidak seperti produksi sumur gas bumi konvensional yang cenderung mengalami penurunan setiap tahun.
"Volume produksinya akan terus flat selama 13,7 tahun di kisaran 200 ribu kaki kubik per hari," kiranya.
Sayangnya pihak Medco atau Lemigas masih enggan mengemukan harga gas metana ini pada saat di pasarkan nantinya. Namun bila berpatokan pada estimasi awal proyek ini, harganya diperkirakan mencapai US$ 3,5 per mmbtu.
"Awal perkiraan kami sejak proyek ini dimulai pada 2003 lalu, harga gas CBM dari lapangan ini berkisar US$ 3,5 per mmbtu," imbuhnya.
(hen/ir)











































