Hal itu dikemukakan Dirjen Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Dr. Jacques Diouf di Roma, 29/4/2008.
"Kenaikan harga pangan di satu sisi merupakan ancaman, tetapi di sisi lain memberi kesempatan dan harapan bagi sektor pertanian khususnya petani dan keluarganya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Diouf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, menurut Diouf, membuat kebijakan dan program bagi jutaan masyarakat yang mempunyai risiko atau rentan kelaparan dan kedua, melakukan langkah-langkah membantu petani khususnya di negara berkembang agar mampu mengambil keuntungan dengan tingginya produk pangan dan produk pertanian lainnya.
Demi mencapai itu, tambah Diouf seperti disampaikan Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin kepada detikcom, maka diperlukan kreasi untuk menghasilkan suatu kebijakan yang memungkinkan petani mendapatkan akses saprodinya seperti benih, bibit dan pupuk.
Selain itu peningkatan investasi di sektor pertanian juga perlu dilakukan seperti pembangunan sarana irigasi, pembuatan infrastruktur di pedesaan misalnya jalan, sarana komunikasi, pasar, serta sarana penyuluhan terkait penyebaran ilmu dan teknologi pertanian.
Menurut Diouf, diperlukan sekitar 1,7 miliar dolar AS dari sumber keuangan internasional untuk keperluan ini.
(es/es)











































