Seruan Hemat Energi SBY Bukan Solusi Nyata

Seruan Hemat Energi SBY Bukan Solusi Nyata

- detikFinance
Jumat, 02 Mei 2008 16:45 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan agar rakyat hemat energi. Dalam waktu yang dekat ini Inpres mengenai hemat energi yang di dalamnya antara lain mengatur jam buka mal-mal, akan keluar.

Menurut anggota DPR, harusnya yang lebih dulu berhemat adalah pemerintah dan bukan rakyat.

"Jadi perintahnya seharusnya meminta aparatur negara dan instansi pemerintah berhemat. Kalau perlu fasilitas negara dipotong, bukan rakyatnya yang harus ngirit," kata anggota DPR Yuddy Chrisnandi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuddy menilai pidato Presiden SBY pada 30 April tentang seruan hemat energi tidak lebih dari penggambaran krisis energi yang tengah terjadi.

Politisi Golkar ini menilai Presiden tidak membuat terobosan baru, padahal seharusnya pemerintah membangun strategi berupa kebijakan nyata. "Apa yang disampaikan Presiden bukan solusi signifikan untuk mengatasi ancaman krisis energi dan pangan," kata anggota Komisi I DPR ini.

Yuddy juga membantah pidato SBY yang menyebut keberhasilan dalam hubungan diplomasi internasional, demokrasi, pemberantasan korupsi dan stabilitas nasional. "Kami memberi catatan bahwa hal-hal itu belum berhasil dilakukan oleh pemerintahan SBY," katanya.
(nal/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads