Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Dr Soetomo, Jakarta, Jumat (2/5/2008)."Karena itu pemerintah perlu mewaspadai betul karena kalau CPO masih terus bertahan tinggi bahkan cenderung naik, ini akan menjadi ancaman bagi kenaikan harga minyak goreng dalam negeri, sehingga kalau pemerintah lengah bisa jadi harga minyak goreng naik lagi," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, akibat faktor harga CPO di luar negeri yang sangat tinggi, produsen CPO ramai-ramai mengekspor CPO ke luar negeri. Akibatnya, pasokan minyak kelapa sawit mentah di dalam negeri berkurang. Hal ini mengakibatkan pasokan minyak goreng menjadi langka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hal itu terjadi maka akan menimbulkan supply shock dan berpengaruh terhadap harga dalam negeri," imbuhnya.
Selama 3 bulan di 2008 ini, kenaikan ekspor CPO terjadi karena volumenya juga naik sebesar 47 persen secara year on year. Lalu pada Maret 2008 dibandingkan Februari 2008 kenaikkan volumenya 64 persen.
(dnl/ddn)











































