Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq meminta pemerintah tidak terburu-buru menaikkan harga BBM. Dampak kenaikan BBM tahun 2005 belum pulih benar.
"Perbedaan Indonesia dengan negara-negara lain, kondisi daya beli sebagian besar masyarakat masih lemah dan dampak kenaikan BBM tahun 2005 belum teratasi. Dikhawatirkan timbul gejolak sosial," ujarnya dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Selasa (6/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan apapun Fraksi PDIP meminta pemerintah tidak menaikkan BBM karena realitas beban rakyat untuk kehidupan sehari hari semakin berat," ujarnya.
Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mengatakan inflasi yang tinggi akibat kenaikan BBM akan meningkatkan suku bunga sehingga dunia usaha kesulitan pendanaan dan harga produk akan makin mahal sementara daya beli rakyat turun.
"Akibatnya pengangguran juga akan naik. Namun sangat disayangkan produksi minyak semakin turun, maka ada baiknya Menteri ESDM perlu memperbaiki kinerjanya," ujarnya.
Peningkatan produksi minyak sangat penting guna menambah penerimaan sekaligus menambal defisit subsidi BBM. "Sekarang penerimaan migas tidak sebanding dengan beban subsidi BBM karena produksi minyak yang rendah," ujarnya.
(ddn/ir)











































