Β
"Memang terjadi peningkatan dalam seminggu ini," kata VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro yang ditemui di kantor Pertamina, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Β
Berdasarkan data Pertamina dari laporan daerah-daerah, terjadi peningkatan penjualan BBM di SPBU sebagai berikut : Medan (Premium (P)/Solar(S) = 7%), Palembang (P/S = 6%), Jakarta (P = 15% / S = 5%), Semarang (P/S = 10%), Surabaya (P/S = 18%), Balikpapan (P/S = 10%), Makasar (P/S = 5%).
Β
"Rata-rata nasional penjualan normal per hari Premium 50.000 KL dan Solar 37.000 KL," katanya.
Β
Sementara Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya ketika ditemui di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (9/5/2008) mengakui adanya kenaikan konsumsi tersebut. Ia mengakui, kenaikan ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
Β
"Masyarakat kan begitu. Kalau bisa, malah pakai ember belinya. Tapi sudah kita kendalikan. Kita akan batasi," katanya.
Β
Permintaan yang tidak wajar dari SPBU pun akan diawasi. Misalnya jika biasanya suatu SPBU hanya meminta 20 kiloliter, maka perlu dicurigai kalau tiba-tiba minta 40 kiloliter.
Β
"Hal seperti itu akan kita cek dulu. Referensinya data enam bulan terakhir hariannya berapa. Kalau tiba-tiba naik, itu akan kita cek dulu, kenapa naik," katanya.
Β
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemda di daerah setempat dan Polda untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusuhan.
Β
Menurut Hanung, meski konsumsi meningkat, seharusnya tidak terjadi kelangkaan karena banyak yang sudah membeli BBM dan menyimpannya.
Β
Ia juga mengakui, dengan kebutuhan yang bertambah ini akan diperlukan premium tambahan, termasuk dari impor.
Β
"Premium adalah tambahan. Tapi saya gak mau ngomong dulu nanti naik lagi harga premium di pasaran," katanya.
Β
Sementara data dari Pertamina menunjukkan realisasi konsumsi bulan April 2008 untuk premium sebesar 1.606.302 kiloliter, minyak tanah sebesar 739.683 kiloliter, solar 1.011.163 kiloliter.
Β
Sementara konsumsi Maret untuk premium sebesar 1.579.620 kiloliter, minyak tanah 719.390 kiloliter, solar 944.152 kiloliter.
(lih/qom)











































