Â
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi di Gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Kamis (15/5/2008).
Â
"Kenapa kita maunya dengan pemain strategis, kalau mau jujur KS itu selalu dimainin oleh perusahaan penyedia bahan baku. Penyedia bahan baku iron ore, yang KS itu selalu beli itu dari CVRD dari Brazil yang punya Rio Tinto dan BHP ini penyedia dari iron ore terbesar," ungkap Lutfi.
Â
Menurut Lutfi para perusahaan tersebut, dikuasai juga oleh perusahaan baja Arcelor-Mittal yang mempunyai basis stok dari iron ore. Hal ini terjadi karena perusahaan-perusahaan tersebut berjumlah terbatas, sehingga KS membeli pellet lebih mahal.
Â
"Untuk memutuskan lingkaran setan itu, kita memerlukan perusahaan kelas dunia itu supaya bisa independen, supaya industri baja Indonesia baik. Sekarang industri baja kita tidak kompetitif dari kapasitas nasional yang produksi ini cuma 53%, kita mesti dobrak," ucapnya. (hen/ir)










































